Minggu, 20 April 2014

Pengantar Teori Game (tugas 2)


Pada tugas softskill kali ini saya akan menjelaskan beberapa pengertian, diantaranya :

Shading

Shading merupakan persepsi mengenai kedalaman atau ketebalan sebuah objek yang terbentuk dari hasil pemberian efek gradasi gelap terang pada objek. Efek gradasi tersebut akan memantulan bayangan pada permukaan yang rata, ditambah dengan pengaruh sudut dan jarak antara objek terhadap cahaya sehingga di setiap permukaannya mempunyai tingkatan pencahayaan yang  tidak sama maka terbentuklah shading tersebut.

Pencayaan 

Untuk memperoleh gambar yang bagus diperlukan efek pencahayaan, dibawah ini terdapat tiga jenis efek cahaya 
  • Difusse
Diffuse  adalah pencahayaan yang tergantung dari besar sudut yang dibentuk oleh sinar dari lampu ketitik objek  dengan normal .
  • .       Ambient
Efek pencahayaan yang kedua adalah ambient, ambient ini merupakan efek suara yang telah menyebar dengan lingkungan, jadi seolah-oleh cahaya datang dari segala arah. 
  •  Specular
Dan yang terakhir  adalah efek pencahayaan specular. Specular ini adalah efek pencayahaan yang sumber cahayanya terlihat pada permukaan objek, maka apabila permukaan objek semakin mengkilap maka makin jelas pula sumber cahaya yang terlihat.

Perbedaan antara game online dan offline

  • Game online
Pada game online kita diharuskan untuk register untuk menjadi member. Pada game online pun mengenal  level dalam permainannya, misalnya untuk seseorang yang baru memulai untuk bermain game online ini harus dimulai dari level satu. Dan pada game online ini kita dapat berinteraksi dengan orang lain secara universal.
  • Game offline
Game offline itu tidak dapat melakukan LAN dan juga tidak bisa berinteraksi dengan orang lain secara universal. Perbedaan mencolok lagi bahwa game offline tidak sama seperti game online yaitu harus mendownload dari server penyediaanya tetapi game offline ini kita harus membeli langsung ke toko game yang dimana akan menjadi tambahan profit bagi pembuat game tersebut.

Software yang digunakan untuk membuat game

Ada banyak sekali software yang digunakan oleh progemmer untuk membuat game, diantaranya
  1.    3D Game Studio Aplikasi ini merupakan aplikasi yang sangat baik untuk edukasi, simulasi dan juga tentunya untuk pembuatan game. Aplikasi ini menyediakan kemudahan dalam membangun game baik 2D maupun 3D, khususnya RPG (Role Playing Game). Bahkan dengan aplikasi ini, pengguna dapat membangun game berbasis format multiplayer, meskipun belum mendukung tampilan tiga dimensi. Kalo boleh dibilang 3D Game Studio adalah aplikasi yang terbaik untuk belajar membuat game 2D atau 3D, karena tutorial-nya lengkap, contohnya juga banyak, plugin yang disediakan pun banyak, bagi yang bisa programming lebih bagus lagi karena ada API buat bahasa pemrograman seperti Delphi, .NET C#.

2.      Game Maker

Aplikasi ini adalah aplikasi yang dapat Anda gunakan untuk membuat beragam macam game untuk diinstall di PC. Mulai dari game berbentuk maze (labirin dengan konsep permainan bak puzzle), tembak-menembak, hingga permainan bertampilan tiga dimensi, dan first person shooter. Aplikasi ini juga menyediakan beragam komponen untuk pendukung pembuatan beragam jenis permainan yang dikehendaki. Komponen atau resources ini bahkan ada yang disediakan oleh para pengguna Game Maker lainnya.

3.      Jump Craft

Seperti aplikasi game creator yang kami bahas di sini, Jump Craft memungkinkan kita membuat game dengan mengeklik-tarik komponen game ke area pembuatan game. Konsep pembuatannya menerapkan prinsip “What You See Is What You Get”, sehingga komponen dan skenario yang diterapkan di area pembuatan game akan sama dengan output yang dihasilkannya. Pembuatan game tanpa coding (pemrograman) dapat dilakukan dengan konsep sistem “Trigger” dan “Actions” yang mudah diset.

4.       Cry Engine
Cry Engine adalah salah satu Game Engine yang dikeluarkan oleh German, Crytek. Beberapa contoh game yang dibuat dengan menggunakan software ini adalah Crysis, Crysis War Head, Crysis 2, FarCry, Alion : Tower of Eternity, dan masih banyak lagi. Keunggulan dari Cry Engine ini sendiri adalah tidak perlu menggunakan spek yang dewa untuk menjalankan game-game yang dibuat dengan software ini, dan pencahayaannya juga sangat bagus.

5.       Blender 3D
Blender adalah software 3D modelling. Blender bersifat open source dan gratis, jadi kita bisa mengunduh dan menggunakannya secara cuma-cuma, bahkan memodifikasinya sesuai kebutuhan kita. Awalnya Blender 3D hanya bisa digunakan untuk membuat model animasi 3D saja. Namun dengan semakin banyaknya pengguna Blender, semakin banyak pula plugin yang bisa diunduh untuk menambah fitur pada Blender, salah satunya adalah game engine.

Mapping

  Mapping ialah sebuah bentuk kegiatan untuk melakukan pewarnaan atau memetakan permukaan geometri pada objek 3D. Jenis - jenis mapping antara lain yaitu :

1.      Tekstur-Maps
Maps berwujud gambar tekstur 2D yang dituangkan ke permukaan geometri/objek untuk membuat penampilan objek tersebut tampak halus untuk detail permukaannya.

2.      Environment-Maps
Adalah Maps yang memiliki pewarnaan dengan banyak gambar (tekstur) yang merekam refleksi global dan pencahayaan pada objek.

3.      Bump-Maps
Bump maps adalah maps yang memfokuskan permukaan tekstur pada objek, dengan menggunakan maps ini, permukaan geometri/objek akan terlihat berbeda dan unik, tidak seperti objek-objek yang memiliki permukaan normal pada umumnya.

4.      Normal-Maps
Maps ini serupa dengan bump-maps, perbedaannya adalah fungsionalitas yang ada pada normal maps, maps ini secara alami akan menghasilkan bentuk permukaan yang tidak halus tanpa menggunakan lebih banyak penambahan atau pengurangan poligon pada objek.

5.      Shadow-Maps
Yang terakhir adalah shadow maps yaitu maps yang menghasilkan suatu bayangan tekstur pada objek dengan menangkap siluet objek tersebut dari sumber cahaya yang terlihat.

 


Selasa, 23 April 2013

Komponen pada File Service


File service memiliki komponen-komponen sebagai berikut :
1.      File Service
File service adalah suatu perincian atau pelayanan dari file system yang ditawarkan pada komputer client. Suatu file server adalah implementasi dari file service dan berjalan pada satu atau lebih mesin. File itu sendiri berisi dari nama, data dan atribut file seperti kepemilikan file, ukuran, waktu pembuatan file dan hak akses file.
2.      Directory Service
Management atau pengaturan direktori. Sebuah service yang digunakan untuk menghubungkan semua resource yang ada pada jaringan dan berperan semacam sebuah buku telpon raksasa. Directory service pada NT 4 mempunyai peran penting dalam mengatur proses logon dan administrasi security secara terpusat.
Pada generasi DS yang lebih lanjut, Microsoft memperkenalkan ADS yang disertakan bersama OS Windows 2000 server. ADS generasi kedua ini mempunyai kemampuan yang jauh lebih besar daripada pendahulunya. Selain itu Microsoft juga mempermudah administrasi dari ADS dengan menggunakan system hierarchical view dan multimaster.
3.      Naming Service
Suatu name service dapat menyimpan kumpulan satu atau lebih konteks penamaan yaitu sehimpunan keterkaitan antara nama dan atribut objek, seperti user, komputer, services, dan remote object.
Hal-hal yang dibutuhkan untuk standar penamaan Name Service :
·         Penamaan unik yang standard
·         Konsistensi
·         Scalability
·         Performance dan Availability
·         Mudah menyesuaikan terhadap perubahan
·         Perlindungan kegagalan

Kelompok :

Selasa, 09 April 2013

Klasifikasi Software Agent

Klasifikasi Software Agent Menurut Karakteristik Yang Dimiliki

Teknik klasifikasi agent menurut karakteristik dipelopori oleh Nwana [Nwana, 1996]. Menurut Nwana, agent bisa diklasifikasikan menjadi tujuh berdasarkan pada karakteristiknya.
1.      Collaborative Agent:
 Agent yang memiliki kemampuan melakukan kolaborasi dan koordinasi antar agent dalam kerangka Multi Agent System (MAS).
2.       Interface Agent:
Agent yang memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dengan user, melakukan fungsi monitoring dan learning untuk memenuhi kebutuhan user.
3.      Mobile Agent:
Agent yang memiliki kemampuan untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat lain, dan secara mandiri melakukan tugas ditempat barunya tersebut, dalam lingkungan jaringan komputer.
4.       Information dan Internet Agent:
Agent yang memiliki kemampuan untuk menjelajah internet untuk melakukan pencarian, pemfilteran, dan penyajian informasi untuk user, secara mandiri. Atau dengan kata lain, memanage informasi yang ada di dalam jaringan Internet.
5.      Reactive Agent:
Agent yang memiliki kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dimana dia berada.
6.      Hybrid Agent:
Kita sudah mempunyai lima klasifikasi agent. Kemudian agent yang memiliki katakteristik yang merupakan gabungan dari karakteristik yang sudah kita sebutkan sebelumnya adalah masuk ke dalam hybrid agent.
7.      Heterogeneous Agent System:
Dalam lingkungan Multi Agent System (MAS), apabila terdapat dua atau lebih hybrid agent yang memiliki perbedaan kemampuan dan karakteristik, maka sistem MAS tersebut kita sebut dengan heterogeneous agent system.

Klasifikasi Software Agent Menurut Lingkungan Dimana Dijalankan

Caglayan [Caglayan et al., 1997] membuat suatu klasifikasi yang menarik mengenai agent, yang berdasar kepada lingkungan (environment) dimana agent dijalankan. Dari sudut pandang dimana dijalankan, software agent bisa diklasifikasikan sebagai desktop agent, internet agent dan intranet agent. Lebih jelasnya, daftar dibawah menguraikan klasifikasi tersebut secara mendetail.

      1.      Desktop Agent:
Agent yang hidup dan bertugas dalam lingkungan Personal IECI Japan Workshop 2001 IJW-2001 Invited Paper 8 IECI Chapter Japan Series Vol. 3 No. 1, 2001 Computer (PC), dan berjalan diatas suatu Operating System (OS). Termasuk dalam klasifikasi ini adalah:
·         Operating System Agent
·          Application Agent
·         Application Suite Agent
      2.      Internet Agent:
Agent yang hidup dan bertugas dalam lingkungan jaringan Internet, melakukan tugas memanage informasi yang ada di Internet. Termasuk dalam klasifikasi ini adalah:
·         Web Search Agent
·         Web Server Agent
·         Information Filtering Agent
·         Information Retrieval Agent
·         Notification Agent
·         Service Agent
·         Mobile Agent
      3.      Intranet Agent.
Agent yang hidup dan bertugas dalam lingkungan jaringan Intranet, melakukan tugas memanage informasi yang ada di Intranet. Termasuk dalam klasifikasi ini adalah:
·         Collaborative Customization Agent
·         Process Automation Agent
·         Database Agent
·         Resource Brokering Agent

Sumber :

Kelompok :